Minggu, 13 Desember 2015

Galau Part 2

Mungkin ini sudah kesekian kalinya aku menangis tanpa ada satupun orang yang mengetahuinya. air mata ini terus mengaliri pipiku.. aku tak tahu seberapa sakitnya hati ini harus menjalani setiap hari yang menurutku begini begini saja..
kali ini aku mulai berantem kecil dengan mama. dan semua ini membuat ku merasakan sakit yang mendalam. aku tak tahu sih kenapa ini harus terjadi di diriku, tapi satu hal yang seharusnya kalian semua ketahui bukan aku yang menginginkan hal ini terjadi berlarut larut. tapi ku rasa ini semua adalah karena ke egoisan mama yang memaksa ku untuk terus berada didekatnya. sehingga aku merasakan ''kenapa aku selalu dianggap anak kecil'' kenapa aku tak diizinkan mencari jati diriku sendiri.....

Arrrrrggggghhhhhhh............

aku benci hidup dengan penuh tekanan seperti ini.
semua perasaan sedih , kecewa dan kemarahanku telah aku simpan hampir satu tahun ini.
aku mengingkan bekerja disana tapi tak mendapatkan izinnya, aku ingin mengajar didaerah sana tapi katanya daerahnya menakutkan, aku dapat tawaran disana tapi katanya gajinya kecil, aku ingin bekerja disana tapi katanya malu sama gelarku..

Oh,,,,tuhan sampai kapan aku harus terus begini..
aku benci dengan diriku sendiri yang tak mampu memberontak melawan mama.
aku benci diriku sendiri yang tak dapat berbuat apa apa ketika aku merasakan lemah.
aku benci dengan diriku sendiri karena aku belum dapat menemukan kebahagian yang sebenarnya untukku..
aku benci dengan semua orang yang hanya dapat menghinaku tanpa mengetahui apa permasalahanku..

AKU BENCIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII ....................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Sweetheart

Pagi itu, hujan menyambut kehadiranmu Sembilan bulan yang ku nantikan dulu Kini berakhir sudah Tangisan merdu dari bibir mungilmu membuat...