Sabtu, 02 Juli 2016

Ketakutan Raina








Di saat Allah memanggil Papaku untuk selama­-lamanya, rasanya aku tak mampu lagi untuk menjalani setiap hari­-hariku. Entah kenapa, semenjak hari itu banyak hal yang aku takuti. Aku semakin takut untuk kehilangan, dan aku semakin takut untuk menatap masa depanku  Aku merasa bahwa aku tak mampu bangkit lagi dari rasa sedih yang aku alami ini. Luka ini begitu amat dalam aku rasakan. Aku tak mampu membagikan apa yang aku rasakan, karena aku yakin tak ada satu pun orang yang paham tentang apa yang aku rasakan.
Namaku Raina, aku anak bungsu dari lima bersaudara. Semua saudaraku sangat beruntung. Mereka mempunyai kesempatan untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu meneruskan pendidikan ke Universitas dengan didampingi papa dan mama. Sedangkan aku? Aku harus rela menelan pahitnya cobaan yang datang padaku.
Di usiaku yang masih sangat remaja, aku harus ikhlas menerima cobaan yang telah Allah berikan untukku dan keluargaku. Pada Tanggal 15 September 2008, tepat dibulan Ramadan, derai air mata membasahi setiap pipi anggota keluargaku. Tangisan ini mengiringi kepergian Papa untuk selama˗lamanya. Aku tak pernah menduga bahwa kejadian ini akan terjadi begitu cepat di dalam hidupku. Aku selalu berdoa semoga keluarga kami akan selalu lengkap dengan kehadiran Papa, Mama dan keempat saudaraku yang lainnya. Tetapi, Allah berkehendak lain padaku. Ia memberikan ujian yang amat perih untuk aku rasakan, ujian itu begitu sulit untuk aku lalui.
Masih terngiang di benakku, pagi itu, aku dikagetkan dengan dering telepon rumah yang berbunyi tepat setelah azan Subuh berkumandang. Hatiku berdebar˗debar untuk mendengarkan siapa si penelepon pagi itu. Suara itu tak asing lagi di telingaku, ternyata kakak yang menelepon. Kakak memberikan kabar yang membuat aku dan keluarga menjadi panik.
“Papa kritis.” ujar Kakak memberitahu kami lewat pesan suara yang ia sampaikan.
Aku hanya terpaku membisu setelah aku mendengarkan kabar dari kakak. Aku takut, aku cemas, dan aku tak tahu harus berbuat apa setelah berita itu sampai ditelinga ku. Aku ambil jaket untuk melindungi tubuhku dari dinginnya udara dipagi itu, lalu aku siap˗siap untuk pergi menuju kerumah sakit tempat papaku dirawat. Sesampainya disana, aku menyiapkan semua kekuatanku untuk tidak menangis, ku pandangi wajahnya yang telah lelah dengan semua selang yang berada disekujur tubuhnya, ia tampak lelah, matanya mulai mensipit dan nafasnya mulai tersenggah˗senggah seolah tak mampu lagi untuk bertahan dengan semua peralatan medis yang berada disekitarnya. Aku hanya bisa berdoa dengan semua keadaan yang mungkin saja akan terjadi dipagi itu.
“Bu, yang sabar ya. Bapak telah pergi untuk selama˗lamanya.” ujar Dokter cantik yang merawat Papaku.
Derai air mata mulai membanjiri seisi ruangan tempat Papaku dirawat. Seluruh keluarga menangis melihat kepergian papa untuk selama˗lamanya. Aku masih tak mempercayai semua hal ini bisa terjadi secepat ini. Aku hanya bisa diam membisu disudut kamar tempat Papaku dirawat. Aku masih yakin bahwa Papa hanya tidur sebentar lalu ia akan bangun kembali. Tetapi, itu semua hanya khayalanku saja. Aku hanya bisa menangis untuk meluapkan semua emosi didalam dadaku.
“Papa,,,,Papa bangun.” ujarku sambil menggoyangkan tubuh Papa yang mulai mengkaku.
“Raina,,,kamu harus ikhlas, sekarang Papa sudah pergi untuk selama˗lamanya dari kita.” ujar Mama yang mencoba untuk menenangkan jiwaku.”
“Aku yakin papa masih bisa bertahan, Ma!! Aku yakin Papa pasti kuat.”
“Mama memeluk ku begitu erat untuk menenangkan jiwa dan perasaanku setelah melihat kepergian Papa.”
Aku masih tak mempercayai semua ini akan terjadi begitu cepat didalam hidupku. Hatiku sakit ketika aku harus melihat orang yang aku sayangi pergi. Papa adalah sosok lelaki yang paling gagah didalam keluargaku. Kini, ia terpaku membisu dengan kain yang menutupi sekujur tubuhnya. Ia tertidur dengan pulas dengan senyuman khas miliknya. Ia terlihat sangat bahagia ketika rasa sakit yang ia rasakan kini tak akan pernah lagi ia rasakan.
Sepanjang perjalanan dari rumah sakit menuju kerumah, air mata ini terus mengalir tak henti˗hentinya. Ini semua bagaikan mimpi buruk yang harus aku lalui. Aku masih tak mempercayai bahwa hal ini benar˗benar terjadi di dalam hidupku, bendera kuning yang berkibar didepan rumahku membuat hatiku semakin tersakiti.
“Kenapa harus aku Fina yang mengalami kejadian terpahit ini?” ujarku kepada Fina teman sekelasku.
“Aku masih membutuhkan Papa untuk selalu ada didekat ku. keberadaannya begitu penting untukku. Tanpanya aku tak tahu jalan hidupku selanjutnya seperti apa. Ya Allah, sungguh sulit cobaan ini untuk aku lalui.” gerutuku kembali sembari memandangi wajah papa untuk terakhir kalinya.
 “Sabar ya Raina, ini semua adalah ujian dari Allah.” ujar Fina, yang saat itu datang melayat kerumahku.
“Aku hanya bisa menganggukan kepalaku sambil sesekali menghapus air mata yang membasahi pipiku. Aku tak mampu memperlihatkan wajah sedihku di depan teman˗temanku yang sedang melayat kerumahku.”
Kini, aku harus siap menjadi seorang anak yatim. Meski aku tak tahu seberapa sulitnya menjalani hari˗hari sebagai anak yatim tapi aku percaya bahwa aku masih mempunyai kesempatan untuk sukses meski tanpa didampingi sosok Papa disampingku lagi.
Semenjak hari itu terjadi, satu per satu rasa takutku muncul dari dalam diriku. Aku takut bila nanti aku tak bisa melanjutkan kuliah, aku takut tak bisa membahagiakan Papa dan Mama, dan aku takut bila aku tak bisa menjadi anak yang sukses untuk Papa. Semua hal itu selalu saja menghantui perasaanku. Aku tak tahu jalan hidupku selanjutnya akan menuju kemana semenjak kepergian Papa dari hidupku. Hidupku bagaikan deburan ombak yang selalu terombang˗ambing tak jelas selayaknya gelombang datang menghempaskan pantai.
Hari demi hari telah aku lalui tanpa kehadiran Papa. Tak terasa kini sudah  tahun kedua Papa meninggalkanku. Masa˗masa pahit yang pernah aku lalui dulu masih membekas didalam hati. Meski kejadian itu telah terjadi dua tahun yang lalu, tapi tak ada sedikit pun kenangan yang tecipta antara aku dan Papa hilang memudar begitu saja dari hatiku. Papa masih tetap menjadi bagian terindah dalam hidupku. Sosoknya masih akan selalu hidup dalam jiwaku, darahnya masih akan selalu mengalir didalam darahku. Begitu kentalnya perasaan ini untuknya hingga saat ini aku masih tetap merindukan dirinya.
Sore itu, bumi dibasahi dengan turunnya hujan yang begitu deras. Udara yang sejuk serta tiupan angin yang begitu syahdu membuat suasana bersantai aku dan mama terasa begitu nyaman. Meski tanpa kehadiran papa, tapi aku bersyukur setidaknya aku masih mempunyai mama yang selalu setia mendampingku.
“Ma,, hari ini tepat dua tahun kepergian papa ya?” tanyaku
“Iya, dek. Waktu berlalu begitu cepat ya dek.” jawab Mama.
“Iya, Ma. Aku juga baru sadar ternyata aku bisa sekuat ini melalui setiap cobaan yang datang padaku. Meski awalnya aku sempat meragukan diriku sendiri, tapi berkat support dari Mama, dan keempat kakak akhirnya aku mampu bangkit dari keterpurukan ku setelah kepergian Papa.”
“Sedih itu adalah hal yang wajar, tapi kalau kamu sedihnya berlarut˗larut pasti papa disana akan lebih sedih lagi melihat kamu disini. Jadi, untuk menjadi anak yang hebat kamu harus buktikan ke Papa kalau kamu mampu berdiri menjadi anak yang lebih kuat, tegar, mandiri dan bertanggung jawab.” ujar Mama menasehatiku.
“Setelah tamat sekolah nanti, kamu mau melanjutkan kuliah kemana, dek?” tanya Mama kepadaku.
“Aku masih ragu, Ma. Aku belum yakin apa aku masih bisa melanjutkan pendidikan tanpa bantuan dari papa? Mengandalkan uang pensiunan dari Papa rasanya belum cukup untuk membiayai semua keperluan kuliah ku, apalagi saat ini biaya kuliah semakin  mahal. Aku takut kalau nantinya aku merepotkan mama.” Jawabku.
“Papa kerja selama ini untuk menyekolahkan kalian semua sampai kejenjang yang lebih tinggi, mama selama ini berhemat untuk menabung menyiapkan semua keperluan kamu dan keempat saudaramu kuliah. Bagi kami, pendidikan adalah hal utama sebagai bekal kamu dewasa nanti. Dengan pendidikan kamu mampu bersaing untuk menaklukan dunia. Jadi, jangan pernah berpikir setelah Papa pergi kamu tidak bisa kuliah. Karena sebelum Papa pergi Papa dan keempat saudaramu telah tolong menolong untuk menyiapkan semua kebutuhan kuliahmu.” ujar Mama kepadaku.
Selama ini aku selalu saja ditakuti dengan perasaan itu. aku takut bahwa aku tak mampu menjadi anak yang berguna untuk Papa dan Mama. Hingga akhirnya aku selalu berpikiran pesimis sebelum aku menjalani hari˗hariku selanjutnya. Tanpa aku ketahui, ternyata dari dulu Papa selalu memperjuangkan kelima anaknya untuk bisa menginjak bangku sekolahan yang lebih tinggi hingga akhirnya ketika Papa telah tiada, Papa bisa tenang pergi meninggalkan kami dengan bekal akhlak dan ilmu yang telah Papa tinggalkan.
Selepas perpisahan sekolah, hari baru pun telah siap menanti kehadiranku. Aku siap untuk melangkah lebih maju seperti yang Papa harapkan. Aku mantapkan langkah kaki ku untuk meneruskan pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi yaitu masuk ke Universitas Swasta di kota Palembang. Kulalui berbagai tahapan seleksi hingga akhirnya aku dinyatakan lulus menjadi salah satu mahasiswi baru angkatan 2010 yang mengambil jurusan pendidikan akuntansi.
Palembang merupakan ibu kota dari Sumatra Selatan. Kotanya cukup asing untukku. Apalagi selama ini aku tinggal di kota kecil yaitu kota Sekayu yang harus menempuh perjalanan ± 3,5 jam dari Sekayu ke Palembang. Kotanya sangat besar, hampir sebagian orang dari daerah terpencil merantau ke kota Palembang untuk bekerja bahkan untuk melanjutkan pendidikannya, salah satunya adalah aku. Meski tante dan om tinggal di kota Palembang tapi aku tidak ingin merepotkannya. Akhirnya aku memutuskan untuk tinggal sendiri disebuah kontrakan yang tak jauh dari lokasi kampusku. Awal mulanya aku takut tak sanggup untuk tinggal sendirian di kota yang sebesar ini sebagai anak kosan, aku belum terbiasa hidup jauh dari Mama. Tapi semenjak Papa telah tiada, semua rasa ketakutanku harus dilawan agar aku mampu hidup mandiri tanpa harus berlindung dibawah bayang˗bayang keluargaku lagi. Akhirnya aku memulai menjalani hari˗hariku dengan sendirian seperti yang Papa dan Mama inginkan.
Di kontrakan yang sederhana ini aku memulainya dari awal. Aku mulai membiasakan diriku dengan kehidupan baru yang aku jalani sekarang. Aku mulai menikmati hari-hariku sebagai mahasiswi jurusan akuntansi, aku menikmati indahnya masa-masa kuliah, aku menikmati setiap perputaran waktu yang begitu cepatnya berputar hingga tanpa kusadari kini aku mulai terbiasa hidup mandiri tanpa didampingi Papa dan Mama lagi.
Hampir Tiga tahun menjalani kehidupan sebagai anak kosan yang tinggal di kota orang, bukanlah hal yang mudah untuk aku jalani. Hal yang dulunya aku takuti kini hilang seketika. Itu semua berkat support yang selalu Mama berikan untukku. Aku tak pernah lupa dengan semua nasihat yang Mama berikan untukku. Seperti yang diharapkan Papa dan Mama, aku harus menjadi anak yang sukses agar kelak aku bisa membuat Papa dan Mama bangga terhadapku. Ku mantapkan langkah kaki ku untuk melangkah meraih impianku. Aku lalui hari demi hari, ku lewati tahun demi tahun hingga akhirnya setelah beberapa tahun aku menjalani masa kuliahku, dipenghujung tahun 2014 aku telah siap untuk diwisuda.
Tanggal 24 Desember 2014 akan menjadi tanggal yang bersejarah untukku. Ditanggal itu, aku akan resmi menyandang gelar dibelakang namaku selain itu aku akan resmi dinyatakan lulus dari universitas tempatku menimba ilmu. Meski wisuda ini tak dihadiri oleh Papa dan keempat saudaraku yang lainnya, tetapi aku selalu yakin bahwa doa mereka selalu menghantarkanku menuju hari baruku. Jubah hitam dan kucir yang berpindah kesebelah kanan membuat perasaanku semakin bahagia, apalagi dengan kehadiran Mama, Tante dan Om yang datang dihari spesialku membuat hariku semakin terasa berkesan dengan doa yang selalu mereka berikan hingga akhirnya menghantarkanku sampai kesini. Aku lulus dengan nilai IPK yang sangat memuaskan. Kebahagiaan ini semoga dapat Papa rasakan dari jarak yang berjauhan. Kini, kelima anak Papa telah menjadi sarjana, foto wisuda seperti yang papa impikan kini sudah terpasang rapi didinding ruangan keluarga tempat biasanya kita bercengkeraman bersama.



Sabtu, 07 Mei 2016

KAPAN NIKAH



Kapan Nikah?



Kapan Nikah? Mungkin hampir setiap orang pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu. Pertanyaan itu seolah˗olah sepele tapi sebenarnya mengandung makna yang sangat dalam. Kadang, ketika pertanyaan itu tiba˗tiba datang mengarah pada kita, kita binggung untuk menjawabnya?
Apa mungkin, si penanya tak mempunyai pertanyaan lain selain pertanyaan itu? atau si penanya memang sengaja ingin menanyakan hal itu berkali˗kali sehingga ingin membuat hati kita menjadi terusik. Tak jarang akhirnya banyak sekali orang yang merasa tersinggung dengan lontaran pertanyaan seperti itu. Bagi kaum hawa, pertanyaan itu seolah˗olah memojokan dirinya. karena, pada hakikatnya tak ada satu pun orang yang tak ingin menikah. Setiap orang pasti ingin menikah dan membangun batera rumah tangga dengan pasangan yang ia yakini kesetiaanya. Bagi kaum adam, pertanyaan seperti itu dijadikannya sebagai pertanyaan ledekan yang mengharuskannya untuk cepat˗cepat mencari pasangan hidupnya. Oleh sebab itu, perasaan lelaki tak sesensitive perasaan wanita. Lelaki cenderung merasa biasa˗biasa saja bila ia mendapatkan pertanyaan seperti itu. Berbeda dengan para wanita, perasaan wanita lebih sensitive. Pertanyaan seperti itu bisa saja membuat hati seorang wanita menjadi tersakiti. Karena pada kenyataannya menikah itu tak semudah membalikan telapak tangan.
Nah,, sebelum kita melangkahkan kaki kita menuju kegerbang pernikahan, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu, Menikah Itu Apa sih?
Menurut bahasa, menikah adalah menghimpun atau mengumpulkan. Pengertian nikah menurut istilah adalah suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim sebagai suami istri dengan tujuan membina suatu rumah tangga yang bahagia berdasarkan tuntunan Allah Swt. 
Pengertian pernikahan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun1974 tentang Perkawinan, perkawinan yaitu ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menikah bukan hanya sekedar untuk menyatukan dua insang menjadi satu, tapi menikah mempunyai tujuan yang sangat penting yang harus diketahui oleh kita semua, yaitu:
1.        Menjaga Diri Kita dari Perbuatan Maksiat.
Tujuan utama dari pernikahan menurut islam adalah untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat. Seperti yang kita ketahui, di zaman sekarang ini pergaulan anak muda tak terkendalikan lagi. Pada saat ini banyak anak muda yang menjalin hubungan yang tidak diperbolehkan di dalam Islam yakni dengan berpacaran. Hubungan yang demikian ini menjadi ladang dosa bagi mereka yang menjalaninya karena dapat menimbulkan nafsu antara satu dengan lainnya.
2.        Membentengi Akhlaq yang Luhur dan Untuk Menundukan Pandangan.
Sasaran utama dari disyari’atkannya pernikahan dalam Islam di antaranya adalah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang dapat merendahkan dan merusak martabat manusia yang luhur. Islam memandang pernikahan dan pem-bentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan.

3.        Mengamalkan Ajaran Rasulullah SAW
Tujuan selanjutnya dari pernikahan adalah untuk mengamalkan ajaran Rasulullah SAW. Sebagai umat muslim, Rasulullah SAW dijadikan sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Dengan mengikuti apa yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW berarti kita sudah menjalankan sunnah-ya. Salah satu sunnah Rasul  itu adalah menikah.
4.        Membina Rumah Tangga yang Sakinah, Mawadah, Warahmah
Memiliki rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah adalah impian dari setiap umat muslim yang baru saja mensakralkan janji sucinya dihadapan Allah SWT, yang berartikan sakinah (tenang), mawadah (rasa cinta) dan warahmah (kasih sayang)

Hukum menikah dalam islam adalah sunah muakad, tetapi bisa berubah sesuai dengan kondisi dan niat seseorang. Jika seseorang menikah dengan diniatkan sebagai usaha untuk menjauhi dari perzinahan, hukumnya sunah. Akan tetapi, jika diniatkan untuk sesuatu yang buruk, hukumnya menjadi makruh, bahkan haram. 
Rukun nikah merupakan hal-hal yang harus dipenuhi agar pernikahan menjadi sah.. Rukun nikah dalam islam itu ada 5, yaitu sebagai berikut.
  1. Ada mempelai yang akan menikah.
  2. Ada wali yang menikahkan.
  3. Ada ijab dan kabul dari wali dan mempelai laki-laki.
  4. Ada dua saksi pernikahan tersebut.
  5. Kerelaan kedua belah pihak atau tanpa paksaan.
Syarat syarat nikah yaitu sebagai berikut.
  1. Calon suami telah balig dan berakal.
  2. Calon istri yang halal dinikahi.
  3. Lafal ijab dan kabul harus bersifat selamanya.
  4. Dua orang saksi
  5. Adanya wali
Jadi, menikah itu bukanlah sesuatu hal yang mudah. Pernikahan adalah suatu perjanjian yang suci, kuat, dan kokoh untuk hidup bersama secara sah antara seorang laki˗laki dengan seorang perempuan membentuk keluarga yang kekal, dimana antara suami istri harus saling menyantuni dan saling mengasihi.
Nah, sekarang bagi anak muda yang sudah siap untuk melangkahkan kakinya ke gerbang pernikahan nggak perlu lama˗lama lagi deh pacaran, mendingan di sah˗in aja deh biar agama kalian semakin sempurna dan jauh dari kemaksiatan….

Jumat, 11 Maret 2016

My Students called me "Miss Rahmah"

Hello blogger,,,

kali ini aku kembali dengan pengalaman yang menakjubkan, seru dan berpetualangan.
mau tahu cerita selanjutnya, yuk pantengi blog aku,,,

Hampir satu bulan ini aku menjadi guru bahasa inggris. . .hihihi
Aneh ya,, kok anak jurusan akuntansi ngajarin siswanya tentang bahasa inggris.
ya,, justru itulah. aku ingin berbagi kisah dengan kalian semua.
cari kerja itu susah coy,, kalau kamu nggak percaya coba aja cari kerja dalam waktu satu minggu. trus liat apa yang kamu dapatkan? DITERIMA atau DITOLAK.
bukannya aku sok menghakimi tentang kehidupan kamu ya, tapi itu semua sudah pernah aku lalui dalam hidupku. emang benar sih, cari kerja itu susah susah gampang. bagi yang lagi beruntung yaaa gampang, coba bagi kalian yang nasibnya nggak seberuntung orang lain pasti udah ngerasain hal yang sama kayak yang pernah aku lalui dulu.

awal mula aku keterima kerja menjadi guru bahasa inggris itu rasanya nggak percaya, masih seperti mimpi dan masih binggung cara ngajar anak2 nanti gimana ? Tapi, setelah aku renungi kembali, mungkin inilah rejeki yang allah siapkan untukku. jadi, mau nggak mau ya harus mau lah.
karena...
1. aku sudah memberanikan diri memasuki surat lamaran kerja ketempat yang aku tujuh.
2. sebelum aku memasuki surat lamaran kerja, otomatis aku sudah tahu dong tentang pekerjaan yang aku lamar.
3. kalo keterima ya alhamdulilah, kalau nggak berarti aku harus tetap berusaha dong.
4. ketika hal yang tak aku sangka datang padaku, alhamdulilah aku bersyukur dengan keterimanya aku bekerja sebagai guru  bahasa inggris.
5. aku dipercayai untuk mengajarkan anak2 SD, dan SMP. Ya, otomatis aku harus belajar lagi dong tentang pelajaran bahasa inggris zaman ku dulu.
6. ketika aku mulai mencoba terjun langsung didepan siswa, sebenarnya aku takut, nggak PDan, tapi setelah lama2 aku coba rasanya sungguh sangat luar biasa.
7. karena cari kerja itu susah, meski ini bukan skill aku tapi tak ada salahnya kan bila aku mencoba...
8. semenjak aku dipercayai sama bos untuk membimbing, mendidik, dan mengajarkan tentang bahasa inggris ke anak2 akhirnya aku mendapatkan panggilan baru yaitu "Miss Rahmah" 
so, apapun pekerjaan yang saat ini kamu kerjakan nikmatilah dengan serius tapi santai. agar apa yang kamu rasakan tak menjadi beban untukmu..  



Senin, 04 Januari 2016

Aplikasi Ramalan di Tahun Baru

Meski hari ini adalah hari keempat ditahun 2016, aku rasa tak ada salahnya kan kalau aku baru mengucapkan "selamat tahun baru" hahaha
ya,,harap dimaklumkan. aku memang bukan orang yang selalu up to date hihi..
seperti tahun sebelumnya, banyak pengharapan yang ingin aku buat ditahun ini. tapi aku selalu berdoa semoga aku bisa melanjutkan resolusi ditahun 2015 kemarin yang sempat tertunda.
malam ini, aku mencoba membuka email dan facebook ku. ketika aku membuka email aku berharap semoga ada email masuk dari salah satu penerbit. tapi hasilnya masih nihil..
ketika aku buka facebook, aku cuma ingin mengetahui perkembangan zaman di sosial media fb saat ini seperti apa sih?
apa masih banyak orang-orang yang suka membuat status galau, atau apa masih adakah orang-orang yang alay berkeliaran di beranda. dan ternyata diantara teman-temanku di fb memang ada beberapa sih yang masih seperti itu, dan aku pun memaklumi semuanya.
saat aku berkeliaran diberanda tanpa meninggalkan jejak status baru atau komentar baru. aku melihat ada aplikasi ramalan untuk tahun 2016. aku pun sedikit penasaran dengan aplikasi tersebut, akhirnya aku mencoba untuk melihat hasil ramalan ku ditahun baru ini. hal yang paling penting untuk ku lihat adalah tentang karir ku. aku berharap semoga di awal tahun ini keberuntungan berpihak padaku.
setelah menunggu beberapa menit. hasil ramalan tadi muncul. disana tertulis katanya keberuntungan karirku di tanggal 10 januari 2016.
sungguh perasaanku berubah menjadi sedikit senang melihat hasilnya. dan aku berharap semoga apa yang telah diramalkan oleh aplikasi tersebut mudah-mudahan memberikan dampak positif untukku.

Selasa, 22 Desember 2015

Selamat Hari Ibu "Mamaku Tersayang"

Papa dan Mama









Mama,,,banyak hal yang ingin ku ungkapkan namun tak dapat aku ungkapkan.
Mama,,,banyak kenangan indah yang ingin aku ulangi lagi bersamamu namun kenangan tetaplah menjadi sebuah cerita yang akan selalu menjadi kenangan.
Mama,,,semua pengorbananku takkan pernah dapat membalas semua pengorbananmu melahirkanku.
Kasih dan sayangmu sesejuk embun dipagi hari yang selalu membasahi jiwaku.
Belaian hangat tanganmu bagaikan sang mentari yang menyinari seisi bumi.
Mama,,,meski kini usiamu tak semuda dulu. Tapi, engkaulah wanita satu-satunya yang tercantik bagiku.
Aku sadar, melahirkan ku bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.
Ketika tali pusarku melilit di dalam perutmu. Jeritan kesakitan tlah kau rasakan demi memberiku kehidupan yang begitu indah didunia ini.
Ketika ku mulai beranjak dewasa, aku tahu bahwa dirimu sangat takut kehilangan anak-anakmu.
Ketika satu persatu anakmu tlah menikah dan memulai hidup baru bersama pasangannya.
Aku tahu bahwa didalam hati kecilmu kau takut kami akan melupakanmu.
Mama,,,ada satu hal yang harus engkau ketahui.
Meski kini kami bukan malaikat kecilmu lagi tapi kami tetap menjadi malaikatmu yang akan selalu melindungimu.
Meski kami belum bisa membahagiakanmu seutuhnya, namun izinkanlah kami untuk selalu berusaha membahagiakanmu.
Mama,,,terimakasih karena dirimu selalu setia mendampingi kami.
Terimakasih untuk semua pengorbananmu yang telah melahirkanku, membesarkanku, membimbingku, menasehatiku serta menjadi orangtua tunggal untuk kelima anakmu.
Mama,,dirimu begitu spesial dihati ini. Takkan pernah ada yang bisa menggantikan posisimu dihati kami.
karena sejauh apapun kami melangkah hanya mama yang selalu kami rindukan, sejauh apapun kami berada hanya mama yang selalu kami harapkan untuk berada disisi kami.
Mama,,,sehat selalu ya ma...
Agar kelak suatu saat nanti, mama bisa menikmati hasil jerih payahku.
Aku berharap agar mama selalu bisa menjadi pendamping setia kami serta menjadi motivator kami.
Mama izinkanlah kami menebus semua kenakalan-kenakalan kami semasa kecil dulu.
Aku selalu berdoa untuk semua kebaikan mama. karena kami masih ingin selalu melihat senyum indah yang terpancar dari wajah mama...
Mama,,,,,SELAMAT HARI IBU.
Semoga kelak aku bisa menjadi IBU sehebat MAMA.....
We Love You, Mama :)



Sabtu, 19 Desember 2015

Kebahagiaan dan Kesedihaan selalu datang beriringan

Kebahagiaan dan kesedihan selalu datang beriringan. terkadang kebahagiaan datang terlebih dahulu lalu kesedihan akan datang selanjutnya. bahkan sebaliknya, terkadang kesedihan datang terlebih dahulu lalu kebahagiaan datang menyusulnya.
kedua hal itu, tak bisa kita prediksi kapan ia akan datang dan kapan ia akan pergi..
karena yang kita ketahui hanyalah menjalani hari-hari kita tanpa berharap kesedihaan akan datang pada kita. malah, kebanyakan dari kita selalu berharap hanya kebahagiaanlah yang selalu mengelilingi hari-hari kita.

Tahun 2014 yang lalu, aku cukup bahagia karena apa yang aku targetkan dari awal tahun 2014 bisa terwujud di akhir tahun. ketika aku berharap wisuda adalah hal yang paling membahagiakan untukku aku berharap di hari-hari berikutnya aku tetap bahagia dengan orang-orang yang aku sayangi. namun, ketika akhirnya aku di wisuda, aku tak pernah sama sekali membayangkan hal ini akan datang berlarut-larut hingga aku sendiri pun merasa lelah.
Tahun 2015, aku berharap nasibku sebaik apa yang aku doakan. namun seusai wisuda aku pun masih merasakan kesedihan yang sama dari awal tahun 2015 bahkan sekarang sudah dipenghujung tahun 2015....
lelah ini membuat emosiku naik dan turun. terkadang aku ingin melampiaskan kemarahanku namun aku tak tahu apa gunanya aku melampiaskan itu semua??
ketika air mataku jatuh di hadapan keluargaku, aku merasakan batinku lebih tersiksa dibandingkan bila air mataku mengalir tanpa ada satu pun orang yang mengetahuinya.

sebenarnya cukup sulit untuk menjelaskan perasaanku. bahkan aku sendiri cukup merasa kesulitan untuk menjelaskan perasaanku ke orang. aku yakin, tak ada satu pun orang yang paham tentang kesedihan ini. aku yakin bila ini semua aku jelaskan, mereka semua tak akan pernah paham diposisiku saat ini..
ini semua bukanlah hal yang kuharapkan. tapi dengan semua ujian dan cobaanku ditahun 2015 ini, aku mengerti tentang perjuangan hidup. ketika aku mulai merangkak dari nol, mencari jati diriku sendiri, berjuang sendiri tanpa bantuan orang lain, aku tlah mengerti ternyata hidup itu susah. bukan susah ketika aku bernafas tapi susah ketika aku berusaha untuk bertahan hidup dan ketika aku berusaha untuk membahagiakan diriku sendiri hingga ketika aku berusaha untuk membahagiakan orang lain..

Terimakasih ya allah, untuk semua ujian ini. aku yakin yang terbaik hanyalah engakau yang mengetahuinya. bukakanlah jalanku, ridhoilah setiap langkahku, berkahilah umurku, dan izinkanlah aku membahagiakan orang-orang disekelilingku dan tunjukkanlah jalan terbaikmu untukku...

















/

Kamis, 17 Desember 2015

Si kepsek judesss

Hari ini, aku ketemu dengan salah satu kepala sekolah. Beliau cantik, gendut, orangnya islami banget pokoknya dipikiran ku beliau adalah kepala sekolah yang bijaksana banget dengan para staffnya dikantor tapi kenyataannya semua perkiraanku salah. kepala sekolahnya JUDES sekaleeeeee..........
hihihi,,,kebayang dong judesnya kayak apa??
jadi tadi niatnya mau masuki lamaran kerja ke salah satu SD swasta yang saat ini beliau pimpin.
dengan berpakaian rapi, jilbab rapi , dan dari atas sampai bawah pokoknya udah rapi. eh pas tiba-tiba sudah menghadap beliau, dan sepatah dua patah berbincang dengan beliau. eh ga tahunya lamaran ku ditolak dengan alasan "guru disini sudah penuh semua, kita lagi ga buka lowongan"
HAH.........?? spontan dong aku terkejut. karena aku mau masukin lamaran kesana karena dapat info juga dari teman sebelah rumah. cuma aku berlapang dada aja deh dengeri semua omongan judesnya...hahah
walaupun sebenarnya pengen sih rasanya aku judesin balik kepala sekolah itu, tapi takutnya satu atau dua bulan lagi aku ketemu sm beliau bisa berabekan urusannya...
setelah aku pulang kerumah, akhirnya aku carilah info tentang kepala sekolah itu dari teman-temanku yang bekerja disana.
kata temanku, beliau emang orang terjudessss didunia. bahkan saking judesnya beliau hampir semua guru mau pindah dari sekolahan itu, bahkan kalau beliau lagi marah hampir semua guru disana kena imbasnya.
Wowwww,,,, it's amazing!!!!
itu kepala sekolah atau pak polisi sih....
busseeeett dah, judessnya ga sebanding dengan cara berpakaiannya yang sopan selayaknya orang uztadzah yang benar-benar patut untuk ditiru oleh kita. tapi kalau orangnya kayak beliau,, nauzubillahminzalik jangan sampai deh punya sifat dan kepribadian kayak beliau. sifat dan perilakunya sangat tidak pantas untuk ditiru bahkan untuk dijadikan panutan bagi seluruh staffnya dikantor.










-

My Sweetheart

Pagi itu, hujan menyambut kehadiranmu Sembilan bulan yang ku nantikan dulu Kini berakhir sudah Tangisan merdu dari bibir mungilmu membuat...